Profil

Unit Pelaksana Teknis Badan Pengawas Obat dan Makanan (UPT Badan POM) merupakan satuan kerja bersifat mandiri yang melaksanakan tugas teknis operasional tertentu dan/atau tugas teknis penunjang tertentu di bidang pengawasan Obat dan Makanan. Regulasi mengenai UPT Badan POM yang telah mengalami beberapa kali perubahan, yang bermula dari Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 05018/KBPOM/2001 Tahun 2001, Peraturan Kepala Badan POM nomor 14 Tahun 2014, Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 12 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 784) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 29 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 12 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1274) dan terakhir adalah Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan BPOM. 

Unit Pelaksana Teknis Badan Pengawas Obat dan Makanan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan, yang secara teknis dibina oleh Deputi dan secara administratif dibina oleh Sekretaris Utama.

Cakupan kerja Balai Besar POM di Jakarta mencakup Provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari 6 kabupaten/kota dengan luas wilayah 662,33 km2 dan jumlah penduduk 10,6 juta jiwa. Dengan jumlah sarana produksi dan distribusi Obat dan Makanan yang diawasi sebanyak 8.848 sarana.

Berdasarkan tugas pokok dan fungsinya yang merupakan institusi pengawas di bidang Obat dan Makanan di wilayah propinsi DKI Jakarta  mempunyai kegiatan sebagai berikut :

Melaksanakan tugas teknis operasional di bidang pengawasan Obat dan Makanan pada wilayah kerja masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk menjalankan tugas pokok tersebut, fungsi Balai Besar POM di Jakarta adalah sebagai berikut:

1. Penyusunan rencana, program dan anggaran di bidang pengawasan Obat dan Makanan

2. Pelaksanaan pemeriksaan fasilitas produksi Obat dan Makanan

3. Pelaksanaan pemeriksaan fasilitas distribusi Obat dan Makanan dan fasilitas pelayanan kefarmasian

4. Pelaksanaan sertifikasi produk dan fasilitas produksi dan distribusi Obat dan Makanan

5. Pelaksanaan sampling Obat dan Makanan

6. Pelaksanaan pemantauan label dan iklan Obat dan Makanan

7. Pelaksanaan pengujian rutin Obat dan Makanan

8. Pelaksanaan pengujian Obat dan Makanan dalam rangka investigasi dan penyidikan

9. Pelaksanaan cegah tangkal, intelijen dan penyidikan terhadap pelanggaran ketentuan peraturan perundangundangan di bidang pengawasan Obat dan Makanan

10. Pelaksanaan pemantauan peredaran Obat dan Makanan melalui siber

11. Pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi, dan pengaduan masyarakat di bidang pengawasan Obat dan Makanan

12. Pelaksanaan kerja sama di bidang pengawasan Obat dan Makanan

13. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengawasan Obat dan Makanan

14. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumahtangga

15. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan

Sebagai institusi pengawas di bidang Obat dan Makanan di wilayah provinsi, maka Balai Besar POM di Jakarta berupaya keras untuk mewujudkan visi dan misi Badan POM RI  dengan melaksanakan arah kebijakan yang telah ditetapkan oleh Badan POM RI.

Visi

Obat dan Makanan Aman, Bermutu, dan Berdaya Saing untuk Mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong

Misi

    1. Membangun SDM unggul terkait Obat dan Makanan dengan mengembangkan kemitraan bersama seluruh komponen bangsa dalam rangka peningkatan kualitas manusia Indonesia

    2. Memfasilitasi percepatan pengembangan dunia usaha Obat dan Makanan dengan keberpihakan terhadap UMKM dalam rangka membangun struktur ekonomi yang produktif dan berdaya saing untuk kemandirian bangsa

    3. Meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan serta penindakan kejahatan Obat dan Makanan melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan guna perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga

    4. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya untuk memberikan pelayanan publik yang prima di bidang Obat dan Makanan

    Budaya Organisasi

    1. Budaya organisasi merupakan nilai-nilai luhur yang diyakini dan harus dihayati dan diamalkan oleh seluruh anggota organisasi dalam melaksanakan tugas. Nilai-nilai luhur yang hidup dan tumbuh kembang dalam organisasi menjadi semangat bagi seluruh anggota organisasi dalam berkarsa dan berkarya.

    2. Profesional

    3. Menegakkan profesionalisme dengan integritas, objektivitas, ketekunan dan komitmen yang tinggi.

    4. Integritas

    5. konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan

    6. Kredibilitas

    7. Dapat dipercaya dan diakui oleh masyarakat luas, nasional dan internasional.

    8. Kerjasama Tim

    9. Mengutamakan keterbukaan, saling percaya dan komunikasi yang baik.

    10. Inovatif

    11. Mampu melakukan pembaruan sesuai ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.

    12. Responsif/Cepat Tanggap

    13. Antisipatif dan responsif dalam mengatasi masalah.

    Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 22 Tahun 2020, Balai Besar POM di Jakarta sebagai UPT Badan POM mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut:

    TUGAS POKOK

    Melaksanakan kebijakan teknis operasional di bidang pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    FUNGSI

    Balai Besar POM di Jakarta menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

    1. Penyusunan rencana, program dan anggaran di bidang pengawasan Obat dan Makanan
    2. Pelaksanaan pemeriksaan fasilitas produksi Obat dan Makanan
    3. Pelaksanaan pemeriksaan fasilitas distribusi Obat dan Makanan dan fasilitas pelayanan
    kefarmasian
    4. Pelaksanaan sertifikasi produk dan fasilitas produksi dan distribusi Obat dan Makanan
    5. Pelaksanaan sampling Obat dan Makanan
    6. Pelaksanaan pemantauan label dan iklan Obat dan Makanan
    7. Pelaksanaan pengujian rutin Obat dan Makanan
    8. Pelaksanaan pengujian Obat dan Makanan dalam rangka investigasi dan penyidikan
    9. Pelaksanaan cegah tangkal, intelijen dan penyidikan terhadap pelanggaran ketentuan
    peraturan perundangundangan di bidang pengawasan Obat dan Makanan
    10. Pelaksanaan pemantauan peredaran Obat dan Makanan melalui siber
    11. Pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi, dan pengaduan masyarakat di bidang pengawasan Obat dan Makanan
    12. Pelaksanaan kerja sama di bidang pengawasan Obat dan Makanan
    13. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengawasan Obat dan
    Makanan
    14. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumahtangga
    15. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan

    Profil Organisasi

    1. Budaya organisasi merupakan nilai-nilai luhur yang diyakini dan harus dihayati dan diamalkan oleh seluruh anggota organisasi dalam melaksanakan tugas. Nilai-nilai luhur yang hidup dan tumbuh kembang dalam organisasi menjadi semangat bagi seluruh anggota organisasi dalam berkarsa dan berkarya.

    2. Profesional

    3. Menegakkan profesionalisme dengan integritas, objektivitas, ketekunan dan komitmen yang tinggi.

    4. Integritas

    5. konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan

    6. Kredibilitas

    7. Dapat dipercaya dan diakui oleh masyarakat luas, nasional dan internasional.

    8. Kerjasama Tim

    9. Mengutamakan keterbukaan, saling percaya dan komunikasi yang baik.

    10. Inovatif

    11. Mampu melakukan pembaruan sesuai ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.

    12. Responsif/Cepat Tanggap

    13. Antisipatif dan responsif dalam mengatasi masalah.

    Struktur Organisasi

    Profil Sofiyani Chandrawati Anwar, S.Si., Apt., M.Si.

    Sofiyani Chandrawati Anwar, S.Si., Apt., M.Si. menamatkan pendidikan Strata Satu dan Apoteker di Universitas Padjajaran Bandung, serta program Pasca Sarjana Ilmu Farmasi di Institut Teknologi Bandung pada tahun 2015 dengan gelar Magister Sains (M.Si).

     

    Prestasi :

    Pada tahun 2019, beliau mendapatkan prestasi istimewa dengan meraih Peringkat 1 pada saat mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat III di Lembaga Administrasi Negara, serta pada tahun 2020 beliau meraih prestasi peringkat 2 pada gelaran ASN Inspiratif di Lingkungan Badan POM dengan inovasi dalam peningkatan layanan publik melalui "Pengembangan Sistem Data dan Informasi Terpadu Balai Besar POM Bandung (BIC)".

     

    Karier Jabatan :

    - Kepala Bidang Pengujian di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandung

    - Kepala Bagian Tata Usaha di Balai Besar Pengawasi Obat dan Makanan di Bandung

    - Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan di Pangkalpinang sejak 28 September 2022 s.d 3 Juli 2023

    - Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jakarta Sejak 3 Juli 2023 

    Website e-lhkpn klik link disini
    Sarana