Waspadai Jajanan Buka Puasa !

26-07-2012 Jakarta Dilihat 2204 kali

Setelah berpuasa selama sehari, tubuh kita tentu memerlukan asupan makanan yang aman dan bergizi untuk mengganti energi yang hilang selama berpuasa. Namun kita perlu tetap berhati-hati dalam memilih makanan buka puasa yang akan dikonsumsi agar terhindar dari makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Sebagai kegiatan rutin selama bulan puasa, Balai Besar POM di Jakarta melaksanakan Pengawasan Jajanan Buka Puasa. Pada tahap pertama telah dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 25 Juli 2012 di 4 (empat) lokasi yaitu Pasar Rawamangun, Pasar Paseban, Pasar Rawasari dan di sepanjang Jalan Percetakan Negara.

Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Dra. Sri Rahayu, Apt, M.Si; Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan, Yayan Cahyani,S.Si, Apt dan Kepala Seksi Pemeriksaan, Evi Citraprianti, S.Si, Apt; mendampingi petugas dalam mengambil sampling dan melakukan pengujian langsung di mobil laboratorium keliling.

Sampel jajanan yang diperoleh sebanyak 45 (empat puluh lima) buah terdiri dari mutiara merah kolak, lontong, tahu isi, cincau, cendol, kerupuk merah asinan, kerupuk kuning asinan, sirup, otak-otak, empek-empek, kue pelangi, siomay, agar-agar, asinan sayur, pacar cina, putu mayang, dan kue cantik manis. Dari hasil pengujian menggunakan test kit, sebanyak 7 (tujuh) buah sampel positif mengandung bahan berbahaya yaitu mutiara merah kolak (pewarna tekstil Rhodamin B), tahu isi (formalin), kerupuk merah asinan (Rhodamin B), mutiara (Rhodamin B), tahu putih (Formalin), Asinan sayur (Rhodamin B), dan kue cantik manis kuning (pewarna tekstil Methanyl Yellow).

Pengawasan jajanan buka puasa secara intensif akan dilaksanakan di lokasi lain selama Bulan Ramadhan 1433 H. Diharapkan dengan pengawasan ini, masyarakat akan terlindungi dari makanan yang beresiko membahayakan kesehatan.

 

BBPOM di Jakarta

 

Sarana