Temu Konsultatif dengan Pembina BBPOM di Jakarta

28-09-2011 Jakarta Dilihat 2448 kali

_x000D_
_x000D_

Pada hari Kamis tanggal 27 September 2011 telah dilakukan pertemuan konsultatif dalam rangka pembinaan kepada Balai Besar POM di Jakarta oleh Deputi III Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Dr. Roy A Sparringa , M. App., Sc. Pembinaan ini merupakan pembinaan kedua, turut hadir dalam pembinaan ini pejabat struktural Badan POM RI antara lain, Kepala PPOMN, Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Produk Kosmetik, Obat Tradisional dan Produk Komplemen Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Produk Pangan, Kepala Biro Umum, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, Kepala Sub Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Distrsi Produk Terapetik dan PKRT, Kepala Sub Direktorat Penyuluhan Makanan Siap Saji dan Industri Rumah Tangga, Kepala Sub Direktorat Harga Obat dan Farmakoekonomi, Kepala Sub Direktorat Inspeksi Produksi dan Peredaran Produk Pangan, dan Kepala Sub Direktorat Penilaian Pangan Khusus._x000D_
_x000D_
_x000D_ Tujuan dari pembinaan ini adalah untuk mengevaluasi kinerja Balai Besar POM di Jakarta dan membahas permasalahan-permasalahan yang ada dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Balai serta sekaligus mencari alternatif pemecahannya._x000D_
_x000D_
_x000D_ Pada kesempatan ini Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Dra. Sri Rahayu, Apt, M.Si mengutarakan permasalahan-permasalahan yang ada di BBPOM di Jakarta yang meliputi masalah internal dan eksternal._x000D_ Seluruh jajaran di Balai Besar POM di Jakarta menyadari bahwa sumber daya manusia, sarana prasarana, dan finansial masih sangat kurang dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi. Tetapi terlihat adanya pencapaian hasil yang secara umum menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun._x000D_ Menghadapi masalah eksternal, Kepala Balai Besar POM di Jakarta berusaha meningkatkan koordinasi dengan lintas sektor secara terus menerus untuk menyamakan persepsi dalam melaksanakan tindak lanjut hasil pengawasan, kerjasama, dan integrasi program._x000D_
_x000D_
_x000D_ Beberapa permasalahan yang perlu dibahas lebih lanjut antara lain:

_x000D_
    _x000D_
  1. Finalisasi pembangunan gedung baru di Cilangkap
  2. _x000D_
  3. Kemandirian laboratorium pengujian
  4. _x000D_
  5. Peningkatan jejaring lintas sektor
  6. _x000D_
  7. Prioritas sampling
  8. _x000D_
  9. Peningkatan kemampuan SDM melalui diklat dan penempatan pegawai
  10. _x000D_
  11. Pengawasan lintas batas khususnya dengan BBPOM di Bandung dan BBPOM di Serang (SOP program lintas batas)
  12. _x000D_
_x000D_

Setelah penyampaian permasalahan, dilanjutkan dengan diskusi dengan para pejabat Badan POM RI yang hadir pada pertemuan ini tentang hambatan masalah dan alternatif intervensi pemecahannya._x000D_ Di akhir pertemuan, Deputi III Dr. Roy A Sparringa, M.App, Sc mengharapkan adanya peningkatan kinerja di Balai Besar POM di Jakarta dalam melaksanakan pengawasan OMKABA secara menyeluruh dan terencana sehingga masyarakat dapat dilindungi dari bahaya dan penyalahgunaan OMKABA yang beredar sehingga diperlukan komitmen yang kuat untuk kemajuan bangsa dan negara.

_x000D_

 

_x000D_

BBPOM di Jakarta

_x000D_

 _x000D_ _x000D_ _x000D_ _x000D_ _x000D_ _x000D_

_x000D_
_x000D_ _x000D_
Sarana