Percepat Hilirisasi Teaching Factory Universitas Pancasila, Balai Besar POM di Jakarta Kawal Kesiapan Uji Stabilitas Produk

11-08-2026 Umum Dilihat 191 kali

Jakarta, 10 Agustus 2026 - Upaya mempercepat hilirisasi hasil penelitian melalui program Teaching Factory terus diperkuat melalui sinergi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila. Pertemuan yang dilaksanakan secara daring pada Senin (10/8/2026) membahas kesiapan pengujian produk sebagai bagian dari persiapan pemenuhan persyaratan izin edar.

Pertemuan tersebut mempertemukan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila selaku pengelola program Teaching Factory dengan Direktorat Registrasi Obat Bahan Alam BPOM dan Balai Besar POM di Jakarta. Pembahasan difokuskan pada parameter pengujian dan pelaksanaan uji stabilitas produk kapsul herbal yang direncanakan untuk didaftarkan sebagai jamu dengan penerapan CPOTB bertahap. Dalam pembahasan, disepakati bahwa proses registrasi dapat dipersiapkan secara paralel dengan pelaksanaan uji stabilitas.

Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Jeffeta Pradeko, menyampaikan komitmen BPOM dalam mendukung proses hilirisasi melalui pendampingan dan koordinasi sesuai kewenangan. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung proses hilirisasi Teaching Factory, sehingga produk yang dikembangkan dapat dipersiapkan dengan baik dan memenuhi persyaratan regulatori untuk memperoleh izin edar,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Dian Ratih Laksmitawati, menegaskan pentingnya mempersiapkan Teaching Factory secara optimal dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara efektif dan efisien. “Kami harus mempersiapkan Teaching Factory ini sebaik mungkin dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien. Karena ke depan, kami berharap Teaching Factory ini tidak hanya menjadi tempat untuk menghasilkan produk, tetapi juga dapat menjadi percontohan bagi Teaching Factory di perguruan tinggi lainnya. Karena itu, kami harus melakukan yang terbaik,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan regulator, percepatan hilirisasi diharapkan dapat berjalan lebih terarah, efisien, dan tetap memenuhi aspek mutu serta persyaratan keamanan produk. (PEM-GN)

Sarana