Sebagai Laboratorium Badan POM yang ditunjuk menjadi Pusat Rujukan, PPOMN berkewajiban melakukan pembinaan terhadap laboratorium Balai Besar / Balai POM di seluruh Indonesia. Dalam rangka pembinaan itulah, pada hari Selasa, 3 Februari 2015, Kepala PPOMN (Dra. Anny Sulistiowati Apt.) dan Dra. Hotma Limbong Apt. melakukan asistensi ke laboratorium Balai Besar POM di Jakarta.
Asistensi diawali dengan pemaparan kinerja laboratorium BBPOM di Jakarta oleh Ibu Kepala BBPOM Jakarta, Dra. Dewi Prawitasari Apt., M.Kes. lalu dilanjutkan dengan diskusi dan kunjungan ke laboratorium. Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh laboratorium Balai Besar POM di Jakarta menjadi topik utama diskusi, antara lain tentang pengembangan metode pengujian Napza (sebagai metode alternatif untuk mengatasi ketiadaan GC-MS).
Dalam asistensi tersebut juga dibahas berbagai aspek yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan rencana Kedeputian II untuk mengirim sampel ke tiga Balai Besar POM di Jakarta, Surabaya dan Pontianak sebagai laboratorium rujukan.
Kepala PPOMN juga menjelaskan secara detil tentang rencana penyederhanaan Ruang Lingkup Terakreditasi yang salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi beban verifikasi metode yang harus dilakukan oleh Balai Besar / Balai POM. Dalam Ruang Lingkup Akreditasi yang baru nantinya tidak memunculkan jenis produk / komoditi, namun akan mengarah pada metode pengujian. Dengan demikian, nantinya laboratorium Badan POM tidak perlu melakukan verifikasi metode analisis per komoditi.
Pada kunjungan ke Laboratorium, Kepala PPOMN juga mengingatkan untuk memperhatikan kapasitas dan kondisi listrik (voltase dan grounding) serta kondisi UPS dan genset guna mencegah terjadinya kerusakan pada instrumen / alat.
Pada akhir acara, Kepala Balai Besar POM di Jakarta mengingatkan kepada Manajer Teknis, Manajer Mutu dan para Penyelia untuk mensyukuri kedekatan lokasi Balai Besar POM di Jakarta dengan PPOMN sehingga kesempatan untuk konsultasi dan pelatihan ke PPOMN lebih mudah, dengan demikian kesempatan untuk maju menjadi lebih besar. Kedekatan ini harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kepala PPOMN juga menekankan lagi perlunya berbagai pertimbangan dalam perencanaan pengadaan alat, baik pertimbangan kondisi listrik, AC dan sebagainya, juga ketersediaan ruangan maupun kesiapan SDM dalam hal kompetensi.