Pangan Jajanan untuk buka puasa / Takjil sangat digemari oleh masyrakat . Pangan jajanan biasanya dijajakan pada sore hari hingga menjelang magrib . Masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa berbondong-bondong menyerbu pangan jajanan buka puasa ini sembari sekalian pulang dari tempat kerja. Pangan jajanan / takjil ini beragam dan untuk menarik pembeli , penjual mkanan ini menambahkan pewarna . Dalam rangka melindungi masyarakt dari peredaran pangan jajanan
buka puasa ini Balai Besar POM di Jakarta melakukan pengawasan dengan sampling dan pengujian dalam kegiatan mobil laboratorium keliling.
Kegiatan pengawasan pangan Takjil dengan mobil laboratorium keliling ini berlangsung selama bulan puasa , di 5 wilayah Kota Jakarta . Pada minggu pertama bulan puasa 4 pasar di wilayah di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat ,petugas BBPOM di Jakarta melakukan sampling dan pengujian terhadap Takjil yang diduga mengandung Bahan Berbahaya . Jenis sampel yang disampling antara lain : berbagai kue basah,tahu , lontong,es campur,kolak , pacar Cina, kerupuk,pangsit, pempek,bubur mutiara, putu mayang, siomay tahu. Sampel Takjil tersebut diuji dengan menggunakan Rapid Test Kit, sehingga bisa dengan cepat diketahui adanya Bahan Berbahaya.
Hasil Uji menunjukkan bahwa dari beberapa makanan tersebut masih ada yang mengandung bahan berbahaya yang disalahgunakan dalam makanan yaitu : Formalin pada siomay tahu, pewarna merah Rhodamin B pada kerupuk,pacar Cina, bubur mutiara, putu mayang,kerupuk,. Pada jenis takjil lontong,kerupuk,pangsit.pempek ditemukan mnganung Bahan berbahaya Boraks.
BBPOM di Jakarta berkoordinasi dengan Pemda di masing-masing wilayah untuk melakukan pembinaan terhadap pedagang yang menjual Takjil yang mengandung bahan berbahaya..
Masyarakat dihimbau untuk tidak mengkonsumsi makanan yang berwarna mencolok, terlalu renyah ataupun kenyal sekali
Selamat menunaikan ibadah puasa,,,,,,,,,,,,