Demikian pesan yang disampaikan pada kegiatan Badan POM Sahabat Ibu kali ini, pesan tersebut disampaikan kepada para peserta yang dihadiri oleh ibu-ibu Darma Wanita Badan Intelijen Negara hari Kamis Tanggal 17 Oktober 2013 di Hotel Green Alia Prapatan Kwitang Jakarta Pusat. Dengan tema “ Kemasan Pangan dan Pasar Aman Dari Bahan Berbahaya” para peserta sangat antusias mendengarkan paparan dari narasumber yang disampaikankan oleh Drs. Mustapa App., M.Kes. Di Negara-negara maju kemasan pangan sudah menjadi perhatian utama sedangkan di Negara berkembang belum menjadi perhatian. Ternyata 44% kemasan plastik digunakan sebagai kemasan pangan. Jangan tergiur dengan kemasan yang menarik tetapi tidak mengetahui jenis kemasannya, Bagaimana tips memilih kemasan pangan?
- Utamakan menggunakan kemasan yang terbuat dari kaca/gelas atau keramik.
- Pilih kemasan yang mencantumkan logo tara pangan dan kode daur ulang
- Pilih kemasan yang warnanya tidak mencolok.
- Ikuti petunjuk pemakaian yang disarankan oleh produsennya.
- Pilih kemasan yang mencantumkan identitas produsen.
- Tidak terkecoh dengan harga yang murah.
- Hindari penggunaan plastik untuk membuat/merebus makanan seperti ketupat.
- Jangan merebus botol susu untuk sterilisasi, sebaiknya direndam saja dalam air mendidih.
Pada kesempatan tersebut BBPOM Di Jakarta menampilkan contoh-contoh makanan, kosmetik, obat dan obat tradisional yang illegal/TIE juga memperagakan secara langsung ke peserta bagaimana menguji makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, Metanil Yellow dan Rhodamin-B dengan menggunakan rapid test KIT. Diharapkan dengan kegiatan ini para ibu sebagai pengolah makanan di rumah yang berpotensi untuk mencerdaskan keluarga supaya menjaga keamanan pangan di keluarga dan dengan mengetahui bahaya dari kemasan pangan yang kontak langsung dengan pangan diharapkan para ibu menjadi bijak dalam memilih makanan yang aman.
Balai Besar POM di Jakarta