Jakarta – Sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan di DKI Jakarta melalui pemberdayaan dan pembinaan generasi muda, diperlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk dalam hal ini Pramuka. Dibutuhkan gerakan bersama untuk membangun karakter, membina keterampilan dan pengetahuan, kepedulian, sekaligus keberanian menjaga diri dan lingkungan. Semangat inilah yang mengemuka dalam audiensi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta bersama Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) DKI Jakarta, Jumat (18/9/2026) di Balai Kota DKI Jakarta.
Audiensi yang dipimpin oleh Ketua Kwarda sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut dihadiri Kepala BBPOM di Jakarta, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Wakil Ketua Kwarda DKI Jakarta, serta unsur terkait. Pertemuan membahas penguatan peran pramuka yang berdampak bagi masyarakat melalui tagline “Jaga Jakarta Bersama Pramuka”.
Kepala BBPOM di Jakarta Jeffeta Pradeko Putra menyampaikan bahwa peningkatan literasi siswa serta kewaspadaan generasi muda terhadap penyalahgunaan obat-obat tertentu dan kejadian keracunan pangan di sekolah perlu segera dilakukan. “Edukasi dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jakarta dengan melibatkan berbagai pihak. Untuk memperluas jangkauan edukasi dan mengoptimalkan sumber daya, pendekatan Training of Trainer (TOT) dinilai penting agar pelaksanaan program dapat berjalan sistematis dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Kwarda DKI Jakarta sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menekankan perlunya pelibatan Pramuka secara lebih masif dalam berbagai kegiatan yang berdampak bagi masyarakat. Salah satu gagasan yang disepakati adalah membangun gerakan “Jaga Jakarta Bersama Pramuka” sebagai payung besar berbagai program Pramuka di Jakarta. Setiap Satuan Karya (Saka) nantinya dapat berkontribusi melalui program sesuai bidangnya,” ujar Rano. Gerakan bersama tersebut mengajak masyarakat khususnya generasi muda mengambil bagian dalam menjaga Jakarta.
Sementara itu, dalam upaya pencegahan penyalahgunaan obat dan penurunan kejadian keracunan pangan, Saka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) dapat mengambil peran melalui pembekalan atau TOT pada anggotanya. Anggota yang telah mendapatkan pembekalan selanjutnya dapat melakukan sosialisasi di gugus depan, satuan pendidikan dan masyarakat, sekaligus mengajak lebih banyak anggota Pramuka untuk terlibat. Melakukan gelar sosialisasi terpadu di ruang publik, termasuk pada kegiatan Car Free Day di setiap wilayah dan publikasi melalui berbagai media.
Untuk memastikan gerakan berjalan dengan baik, Kwarda DKI Jakarta akan membentuk Tim Pokja yang melibatkan Kwarda dan unsur Saka. Tim tersebut akan menyusun pedoman serta peran masing-masing Saka dalam mewujudkan “Jaga Jakarta Bersama Pramuka”
Kolaborasi ini menjadi langkah dalam membangun kewaspadaan masyarakat terhadap penyalahgunaan obat dan kejadian keracunan pangan. Jaga Jakarta bukan hanya menjaga kotanya, tetapi juga menjaga generasi muda dari penyalahgunaan obat serta mencegah terjadinya keracunan pangan. (INF-EC)