Jakarta – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta pada Selasa (26/5/2026) mengadakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) secara daring dengan mengusung tema “Bersama Lawan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT)”. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk webinar “Selayar Jakarta - Sosialisasi Edukasi melalui Layar untuk Masyarakat Jakarta, diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari guru, mahasiswa/pelajar, kader kelurahan serta dan ibu-ibu PKK.
Maraknya penyalahgunaan OOT di kalangan remaja serta peredaran OOT ilegal yang mudah diperoleh secara daring, permintaan dan kebutuhan yang tinggi dari pengguna yang juga kian meresahkan memerlukan adanya upaya bersama diantaranya melalui edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan OOT.
OOT yang sering disalahgunakan antara lain tramadol, triheksifenidil dan dekstromertofan. Obat-obat tersebut adalah obat yang bekerja di sistem susunan saraf pusat. Oleh karena itu, penggunaannya perlu diawasi dengan ketat karena dapat menimbulkan ketergantungan, perubahan kondisi yang khas pada mental dan perilaku penggunanya apabila tidak dikonsumsi sesuai peruntukannya.
Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta Ajeng Illastria Rosalina mengatakan bahwa penyalahgunaan OOT merupakan musuh tak kasat mata yang dapat mempengaruhi dan merusak generasi muda bangsa Indonesia. “Efek kerusakan yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan OOT bersifat kolektif dan berdampak sistemik terhadap kesehatan. Selain itu, penyalahgunaan OOT juga dapat memicu aksi kriminalitas di kalangan masyarakat. Kita harus melindungi diri, berani katakan tidak pada penyalahgunaan OOT”, jelas Ajeng.
BBPOM di Jakarta terus berupaya mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam memutus rantai peredaran dan penyalahgunaan OOT. "Mari selamatkan masa depan bangsa dengan saling peduli dan melindungi satu sama lain dari penyalahgunaan OOT. Teman jaga teman", tandas Ajeng. (INF-FH)