Jakarta – Upaya melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pada Selasa (29/9/2026), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta melakukan pertemuan koordinasi (audiensi) dengan Walikota Administrasi Jakarta Selatan di kantor Walikota Jakarta Selatan. Audiensi yang diterima langsung oleh Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo serta jajaran di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Selatan antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Suku Dinas Kesehatan, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian membahas penguatan sinergi pengawasan obat dan makanan di wilayah Jakarta Selatan.
Kepala BBPOM di Jakarta, Jeffeta Pradeko Putra menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang selama ini telah berkolaborasi dalam pengawasan Obat dan Makanan. “Sinergi yang sudah terjalin selama ini perlu terus diperkuat agar semakin memberikan manfaat yang nyata, membangun kesadaran masyarakat untuk memilih dan menggunakan Obat dan Makanan yang aman,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, disampaikan sejumlah peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan diantaranya pendampingan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), penguatan hilirisasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan obat dan keracunan pangan.
Ditambahkan Jeffeta bahwa adanya Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan dalam membangun koordinasi dan sinergi berbagai program kerja di bidang pengawasan obat dan makanan.
Hal senada disampaikan Walikota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo, yang menyambut baik atas inisiatif BBPOM di Jakarta dalam meningkatkan kolaborasi bersama pemerintah daerah. “Jakarta Selatan adalah kota yang sangat dinamis dengan berbagai potensi yang dapat terus dikembangkan, termasuk sektor ekonomi kreatif. Karena itu, sinergi yang kita bangun harus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.
Penguatan ekonomi kreatif juga menjadi bagian dari pembahasan, termasuk pengembangan UMKM dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan mutunya. Pendampingan dan pembinaan diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan mutu dan keamanan produknya sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha. Selain itu, peningkatan literasi digital juga menjadi perhatian agar masyarakat semakin mampu mengenali informasi yang benar serta bijak dalam memilih dan menggunakan obat dan makanan yang aman.
Kolaborasi juga diarahkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya melalui edukasi kepada siswa mengenai pentingnya keamanan pangan. Edukasi diharapkan dapat membangun kebiasaan siswa dalam mengonsumsi pangan yang aman sekaligus terhindar dari risiko keracunan pangan.
Sebagai langkah awal, akan dilaksanakan kolaborasi edukasi dalam pencegahan penyalahgunaan obat dan keracunan pangan. Edukasi kepada siswa dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai bahaya penyalahgunaan obat dan risiko keracunan pangan. Kolaborasi akan dilakukan bersama OPD terkait maupun Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) secara langsung ke sekolah-sekolah.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara BBPOM di Jakarta dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, diharapkan dapat dihasilkan berbagai langkah nyata dalam membangun masyarakat yang semakin sadar, berdaya dan mampu melindungi diri dari obat dan makanan yang berisiko terhadap Kesehatan. (INF-EC)