Jakarta – Sebagai upaya perkuatan sinergi dan kolaborasi dalam pengawasan Obat dan Makanan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (19/8/2026) di kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara. Audiensi ini menjadi forum strategis untuk membahas penguatan pengawasan Obat dan Makanan sekaligus kolaborasi edukasi pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu (OOT), khususnya sebagai bagian dari upaya menurunkan kekerasan terhadap anak dan perempuan di Jakarta.
Audiensi ini dipimpin oleh Kepala BBPOM di Jakarta Jeffeta Pradeko Putra, diterima langsung oleh Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat. Hadir mendampingi Asisten Administrasi Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Anita Permata Sari beserta jajaran terkait.
Dalam paparannya, Kepala BBPOM di Jakarta menyampaikan berbagai strategi dan inovasi yang telah diimplementasikan sebagai bagian dari intervensi pencegahan dan penurunan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, penindakan, serta patroli siber terhadap penyalahgunaan OOT dengan melibatkan lintas sektor.
“Tujuan program yang kami lakukan adalah memperkuat kolaborasi intervensi melalui sosialisasi, edukasi, dan penindakan terhadap penyalahgunaan OOT bersama dinas-dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.” Jelas Jeffeta.
Sebagai bagian dari penguatan edukasi, BBPOM di Jakarta juga memperkenalkan inovasi komunikasi dan edukasi kreatif yang lebih mudah diterima masyarakat, berupa lagu dengan konsep Cek BEBAS (Bentuk, Bau, Warna, dan Rasa) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat penerima program sebagai salah satu upaya pencegahan kejadian keracunan pangan.
Menanggapi program tersebut, Walikota Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menyambut baik rencana kolaborasi melalui Training of Trainers (ToT) bagi penyuluh dalam rangka memperkuat edukasi dan pencegahan penyalahgunaan OOT di wilayah Jakarta Utara. “Kami sangat mendukung program edukasi ini, selanjutnya agar dapat dilakukan pembahasan teknis lanjutan untuk penjadwalan pelaksanaan OOT dengan OPD terkait.” tegas Hendra dalam forum.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara Anita Permata Sari menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor agar program edukasi dapat berjalan efektif.
Penguatan kolaborasi antara BBPOM di Jakarta dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pengawasan obat dan makanan yang semakin terpadu. Melalui sinergi lintas sektor, edukasi dan pencegahan penyalahgunaan OOT diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus mendukung upaya perlindungan anak dan perempuan di wilayah Jakarta. (INF-WSW)