BBPOM di Jakarta Ajak Masyarakat Waspada Penyalahgunaan Obat

08-04-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 374 kali

Jakarta - Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta bersama anggota DPR RI Surya Utama (Uya Kuya) melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat dengan tema “Cerdas Memilih Obat Aman & Waspada Penyalahgunaan Obat” di GOR Bulungan Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Selasa (07/04/2026). Kegiatan yang dihadiri 300 peserta dari Kelurahan Kramat Pela, Kelurahan Grogol Selatan. merupakan langkah strategis pemberdayaan masyarakat untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan obat-obat tertentu (OTT) seperti Tramadol, Trihexyphenidyl, Dextromethorphan di masyarakat.

Obat-obat Tertentu (OTT) itu sendiri merupakan obat yang bekerja di sistem susunan syaraf pusat selain narkotika dan psikotropika, yang pada penggunaan  di  atas  dosis  terapi  dapat menyebabkan ketergantungan dan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Konsumsi OOT tanpa  pengawasan  dokter dapat  menyebabkan  efek serius terhadap kesehatan hingga kematian. Penyalahgunaan OOT   menyebabkan tindakan penyimpangan seperti  tawuran  antar pelajar.

Kepala BBPOM di Jakarta Sofiyani Chandrawati Anwar, pada kesempatan tersebut menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan obat. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu membeli obat dari sumber yang resmi dan mengonsumsi sesuai aturan penggunaan. Penyalahgunaan obat tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPR RI, Uya Kuya, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat yang tepat dan sesuai anjuran medis. Ia menyampaikan bahwa penyalahgunaan obat-obatan tertentu, membeli obat keras tanpa resep dokter dapat berdampak serius terhadap kesehatan fisik maupun mental. “Kita harus bersama-sama menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang salah,” ujar Uya Kuya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya edukasi terkait obat-obatan semakin meningkat.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan obat, serta berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan obat di lingkungan sekitar. (INF-DA)

Sarana