Bangun Budaya Sadar Risiko, BBPOM di Jakarta Evaluasi Tingkat Maturitas Manajemen Risiko

06-11-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 13 kali

Jakarta – Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan tata Kelola pemerintah yang baik, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta telah mengikuti kegiatan Penilaian Tingkat Maturitas Manajemen Risiko yang diselenggarakan oleh Inspektorat Utama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa manajemen Risiko telah diterapkan secara memadai dan terintegrasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di BBPOM Jakarta. Kegiatan penilaian dilaksanakan secara daring pada Kamis (5/11/2026).

Penilaian Tingkat maturitas manajemen risiko dilakukan untuk mengetahui kecukupan rancangan, efektivitas pelaksanaan proses, dan kesesuaian penerapan manajemen risiko di masing-masing unit. “BBPOM di Jakarta sudah menerapkan manajemen Risiko dalam setiap proses bisnis yang ada. Penerapan manajemen Risiko ini bukan sekedar pemenuhan formalitas administrasi saja melainkan langkah krusial untuk mengawal pengawasan obat dan makanan serta kualitas pelayanan publik,” ujar Kepala BBPOM di Jakarta Jeffeta Pradeko Putra.

Dengan adanya penilaian maturitas ini, dapat dilihat sejauh mana budaya risiko telah mengakar di setiap proses bisnis yang ada. Hasil penilaian menjadi bahan evaluasi dalam menyusun langkah perbaikan dan penguatan penerapan manajemen risiko secara berkelanjutan. Dengan demikian, risiko yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan organisasi dapat dikelola secara lebih terencana, sistematis, dan terukur.

Melalui penilaian maturitas manajamen risiko ini, BBPOM di Jakarta terus berkomitmen untuk membangun budaya sadar risiko. Melalui penerapan manajemen Risiko yang efektif, diharapkan pelaksanaan tugas dan fungksi pengawasan Obat dan makanan dapat berjalan secara lebih akuntabel, efektif, dan berorientasi pada pencapaian kinerja organisasi serta perlingdungan Masyarakat. (INF-SAZ)

Sarana