Bangun Budaya Kerja Aman untuk Kinerja Unggul, BBPOM di Jakarta Gelar Awareness K3-Safety First, Excellence Always

09-07-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 221 kali

Jakarta – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta menyelenggarakan Workshop Awareness K3 Safety First, Excellence Always: “Membangun Budaya K3 untuk Kinerja Unggul” pada Kamis (9/7/2026) di Avenzel Hotel and Convention Cibubur, Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh 157  peserta yang terdiri atas seluruh pegawai BBPOM di Jakarta serta anggota jejaring laboratorium dari berbagai instansi dengan menghadirkan Irwan Sitorus dan Moch Ridwan selaku narasumber.

Peserta jejaring laboratorium berasal dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional, PT Pharma Metric Labs, Balai Uji Standar, pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kimia, Farmasi, dan Kemasan, Balai Pengujian Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu Kementerian Perdagangan serta Balai Uji Standar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Dalam sambutannya, Kepala BBPOM di Jakarta Sofiyani Chandrawati Anwar menegaskan budaya K3 harus menjadi bagian dari perilaku kerja setiap pegawai BBPOM di Jakarta. “Keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi komitmen bersama yang harus diterapkan dalam setiap aktivitas kerja. Apabila budaya K3 ini sudah tertanam dalam keseharian implementasinya akan semakin baik dalam mewujudkan kinerja organisasi yang unggul" ujar Sofiyani.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi mengenai identifikasi bahaya, penilaian risko dan penetapan pengendalian serta kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di lingkungan kerja. Narasumber menekankan pentingnya keterlibatan aktif seleuruh pegawai dalam membangun budaya K3. "Setiap pegawai wajib menerapkan budaya K3 dengan konsep P-I-P (Patuh, Intervensi, Peduli)," tegas Irwan.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang kuat di lingkungan kerja sehingga setiap pegawai mampu menjalankan tugas secara aman, produktif, dan profesional. Kondisi tersebut akan mendukung peningkatan kualitas pengawasan obat dan makanan, yang pada akhirnya memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat dalam memperoleh obat dan makanan yang aman, berkhasiat, dan bermutu. (PNG-RP)

 

Sarana