Bimbingan Teknis Pengujian Cemaran N-Nitrosodimetilamin (NDMA) dalam Ranitidin Secara LC-MS/MS
28 November 2021 21:49
Berita Aktual

Jakarta, 28 November 2021 ― Ranitidin merupakan jenis obat yang umum digunakan untuk menangani gejala atau penyakit yang diakibatkan oleh peningkatan kadar asam lambung, seperti maag, tukak lambung dan penyakit refluks asam lambung (GERD). Namun demikian, dalam penggunaanya perlu diawasi dan patut diwaspadai bila mengandung senyawa tertentu, misalnya N-Nitrosodimetilamin (NDMA). Hasil penelurusan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan beberapa produk yang mengandung ranitidin terkontaminasi senyawa NDMA. Senyawa ini bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) bila tubuh terpapar dalam jangka waktu yang panjang.

Untuk itu, dalam rangka meningkatkan kompetensi penguji Laboratorium Kimia Obat Bidang Pengujian, Balai Besar POM di Jakarta mengadakan Bimbingan Teknis Penetapan Kadar Cemaran Organik NDMA pada Ranitidin secara LC-MS/MS.  Bimbingan Teknis (bimtek) dilaksanakan selama 5 hari, pada Senin, 22 November 2021 hingga Jumat, 26 November 2021. Bimtek diikuti oleh Koordinator Pengujian, Sub Koordinator Pengujian Kimia beserta penguji dari Laboratorium Kimia Obat Balai Besar POM di Jakarta.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Yudi Noviandi, M.Sc.Tech, Apt. Dalam sambutannya, beliau menekankan peran penting laboratorium sebagai tulang punggung pengawasan Obat dan Makanan yang merupakan tugas dan fungsi Badan POM. Beliau berharap bahwa kegiatan ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi laboratorium. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para personel laboratorium dalam penggunaan alat instrumen LCMS-MS guna menunjang proses pengawasan obat dan makanan, khususnya obat.

Pemaparan materi pada bimbingan teknis disampaikan oleh Rozana, S.Si, M.Si dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional dan Widi Tri Raharjo, S.Si, Apt dari PT. Kromtekindo Utama. Selanjutnya, peserta dibimbing oleh instruktur dengan melakukan praktik pengujian di laboratorium dengan menggunakan metode uji yang telah diberikan, sehingga peserta dapat lebih memahami cara kerja dari metode uji dan berlatih untuk dapat menggunakan instrumen LC-MS/MS.

Bimtek diakhiri dengan diskusi hasil pengujian serta kendala-kendala yang terjadi selama pengujian serta secara resmi ditutup oleh Kepala Balai Besar POM di Jakarta. Dalam arahannya, beliau berharap dengan adanya bimbingan teknis ini dapat meningkatkan kompetensi laboratorium pengujian Balai Besar POM di Jakarta, terutama dalam rangka persiapan untuk regionalisasi laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan pada tahun 2022.

Obat dan Makanan aman, bermutu, dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong


Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jakarta