Bimbingan Teknis Pengujian Mikotoksin Secara LC-MS/MS
23 November 2021 14:05
Berita Aktual

Jakarta, 23 November 2021 ― Mikotoksin merupakan senyawa metabolit yang dihasilkan oleh jamur dan bersifat racun. Beberapa jenis fungi penghasil mikotoksin antara lain Aspergillus, Penicilium dan Fusarium. Contoh senyawa mikotoksin yang dihasilkan adalah Aflatoksin (B1, B2, G1, G2), Deoksinivalenol, Zearalenon, Okratoksin, Fumonisin dan Patulin.

Kontaminasi pada makanan dapat terjadi karena bahan baku yang tercemar oleh jamur, kondisi penyimpanan yang tidak memenuhi ketentuan serta proses pengolahan yang tidak higienis. Umumnya, produk pangan yang rentan terkena kontaminasi mikotoksin adalah sereal, kacang-kacangan, olahan bumbu, sambal dan kopi.

Guna meningkatkan kompetensi pengujian di laboratorium, Balai Besar POM di Jakarta mengadakan bimbingan teknis pengujian mikotoksin secara Kromatografi Cair-Spektrometri Massa yang berlangsung pada tanggal 15-19 November 2021. Mikotoksin yang diuji dalam bimbingan teknis ini adalah Aflatoksin (B1, B2, G1, G2) dan Deoksinivalenol (DON) dengan sereal sebagai sampel uji. Bertindak selaku narasumber dan instruktur adalah Eni Sutanti, S.Farm, Apt dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional dan Widi Tri Raharjo, S.Si, Apt dari PT. Kromtekindo Utama.

Bimbingan teknis secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Yudi Noviandi, M.Sc.Tech, Apt dan dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait pengujian oleh narasumber. Selama kegiatan berlangsung, peserta turut berpartisipasi aktif dalam melakukan pelatihan.

Pengujian dilakukan dengan preparasi sampel, pembuatan baku, ekstraksi analit dalam sampel dengan menggunakan kolom Solid Phase Extraction (SPE), tuning instrumen LC-MS/MS serta analisis sampel dengan melihat hasil pembacaan kromatogram yang muncul.

Pelatihan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber terkait hasil analisis pengujian yang telah dilakukan serta pengumuman tiga peserta terbaik. Bimbingan teknis secara resmi ditutup oleh Kepala Balai Besar POM di Jakarta. Dalam arahannya, beliau berharap dengan adanya bimbingan teknis ini dapat meningkatkan kompetensi laboratorium pengujian Balai Besar POM di Jakarta, terutama dalam rangka persiapan untuk regionalisasi laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan pada tahun 2022.

Obat dan Makanan aman, bermutu, dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong

 

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jakarta